Translate

Written By Solihin, MCH. on Sabtu, 14 Juli 2012 | 7/14/2012

Pada awalnya setelah lulus Ujian Nasional MTsN Plered sempat merasa bingung mau kemana ngelanjutin sekolah melihat pendidikan sekarang serba mahal biayanya, tetapi optimis untuk kemajuan masa depan dan giroh pendidikan yang tinggi akhirnya tetap melanjutkan sekolah setelah melakukan musyawarah dengan orang tua, kalau melihat dari lulusan, seharusnya dari MTs masuk ke Aliyah tetapi melihat sistem globalisasi serba Teknologi akhirnya mencoba daftar ke SMK dengan modal sendiri dan alhasil dari MTs yang mendftar 15 orang yang keterima hanya 5 orang, saya termasuk didalam nya, sebelumnya ada yang nawarin Sekolah Menengah Atas tetapi hasil pertimbangan yang matang dan hasil ending lulusanya lebih unggul SMK disamping punya keahlian dapat pula pekerjaan yang gampang setelah lulus nanti, setelah keterimanya pada bulan juni ayahanda bertanya mau benar-benar gak sekolah disana soalnya sekolahnya jauh di Purwakarta kalau Cuma mau main-main saya tidak mendukung tetapi kalu bersungguh2 insya alloh, di Plered pun akan dibuka SMK ujarnya lebih dekat dan lebih terjangkau biayannya, daripada di Purwakarta harus dipertimbangkan biaya hidupnya sehari2 kecuali perihatin kamu. Kata saya insya alloh modal nekad.
Akhirnya hari senin saya masuk ke SMK dengan diantar oleh orang tua karena sambil rapat orang tua, senin itu mulai MOS dan untuk sementara saya tidak pulang pergi ke plered melainkan diam di kantor sebuah Partai Politik di Purwakarta untuk satu minggu kedepan dalam MOS, setelah bebas mos mulai efektif belajar sepeti biasa dan pada waktu pemilihan KM saya terpilih di jurusan listrik, kenapa saya ambil jurusan listrik tidak halayak orang banyak masuk SMK yang ngambil jurusan mesin atau otomotif mingkin merasa aneh, tadinya saya ambil jurusan teknik elektronika dikarenan larangan orang tua karena elektronika komponennya sangat kecil kebanyakan dan melihat kesehatan pada mata saya terbatas dari mulai saya SD maka saya ambil arus kuat saja listrik industri, yang otomotif dan mesin sudah banyak di pasaran bahkan setiap SMK hampir semua ada jurusan tersebut tidk menutup kemungkinan persaingannnya pun sangat ketat dalam dunia kerja, tetapi kalau jurusan listrik masih jarang tetapi dibutuhkan dan peluang nya pun besar.
Setelah satu bulan berjalan saya belajar di SMK dan pulang pergi dari plered ke purwakarta dan menempuh jaraknya jauh sekali belum macet, kesiangan. Akhirnya cita-cita say dari mulai mts baru tercapai sekarang unrtuk mondok di pesantren cari info tentang pesantren yang di dapat dan kebanyakan kaka kelas mondok nya di kadu mekar tidak jauh dari sekolah. Sebelumnya di tawari oleh pihak sekolah untuk tinggal di masjid sekolah tetapi orang tua tidak mengijinkan ya akhirnya di pondok lah. 3 tahun saya di Pondok Pesantren Salafussholeh Kadu Mekar sampai lulus SMK.
Selama sekolah smk saya aktif di keagamaan sampai saya terpanggil mewakili jawa barat sebagai pelajar di ikatan da’i indonesia. Kelas 3 melakukan PSG di PT. Askara Internal Bekasi Jawa Barat sebagai modal pengetahuan kerja di industri.   

Selamat datang di Official Website Solihin, untuk kritik dan saran disampaikan melalui email : solihinkmd@gmail.com, Terima kasih telah berkunjung di blog kami.. Semoga bermanfaat untuk semua...!!!